LAPORAN MINGGUAN PRAKTIKUM

KIMIA DASAR

PEMISAHAN DAN PEMURNIAN

NURSHOLEH

E10011128

FAKULTAS PETERNAKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2011

KATA PENGANTAR

           Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,  karena dengan rahmat dan hidayahnya  penulis dapat menyelesaikan laporan ini. Dalam praktikum kimia ini berbagai campuran zat harus dipisahkan menjadi zat murni. Cara pemisahan tersebut dapat digolongkan dalam pemisahan zat padat dari cair dan pemisahan zat padat dari zat padat. Untuk melakukan pemisahan tersebut dapat dilakukan dengan cara dekantasi, penyaringan, penguapan, kristalisasi, destilasi dan untuk memisahkan zat padat dari zat padat  dengan cara melarutkan dan penyaringan, kristalisasi bertingkat, dan sublimasi.

Penulis menyadari bahwa laporan ini jauh dari kata sempurna dan masih terdapat banyak kesalahan. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun agar laporan ini dapat lebih baik lagi dari sebelumnya. Demikian laporan ini penulis berharap agar bermanfaat bagi kita semua dalam kehidupan sehari-hari.

                                                                                           Jambi,  November 2011

                                                                                              Penulis

i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR …………………………………………………….……  i

DAFTAR ISI ………………………..…………………………………………..  ii

PENDAHULUAN ………………………………………………………………. 1

Latar Belakang ………………………………………………………….. 1

Tujuan dan Manfaat …………………………………………………….. 2

TINJAUAN PUSTAKA ………………………………………………………… 2

MATERI DAN METODA ……………………………………………………… 3

Waktu dan Tempat ……………………………………………………… 3

Materi …………………………………………………………………… 4

Metoda ………………………………………………………………….. 4

HASIL PEMBAHASAN ……………………………………………………….. 5

PENUTUP ……………………………………………………………………… 8

Kesimpulan ……………………………………………………………… 8

Saran ………………………………………………………………………..  8

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………. 9

ii

PENDAHULUAN

Latar Belakang

          Metode pemisahan merupakan aspek penting dalam bidang kimia karena kebanyakan materi yang terdapat dialam berupa campuran. Untuk memperoleh materi pemurniaan dari suatu campuran, kita harus melakukan pemisahan dengan berbagai cara dapat di terapkan untuk memisahkan zat campuran.

Melalui tekhnik pemisahan, ternyata menghasilkan materi yang sangat penting dan banyak kegunaan nilainya. Karena memiliki dua cara yaitu dengan pemisahan zat padat dari zat cair dan pemisahan zat padat dari zat padat. Pemisahan tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti dekantasi (pengendapan), penyaringan, penguapan, kristalasi, destilasi, dan sublimasi.

Tujuan dan Manfaat

           Adapun tujuan dari pratikum ini adalah agar kita mampu memahami apa yang dimaksud dengan pemisahan dan pemurnian  serta mengetahui bagaimana cara untuk memisahkan suatu zat tersebut. Manfaat diadakannya praktikum ini adalah agar mahasiswa mengetahui cara-cara dan metoda yang dilakukan dalam pemisahan dan pemurnian ini, dan juga agar mahasiswa bisa mengenal alat – alat yang digunakan dalam praktikum tersebut.

1

TINJAUAN PUSTAKA

Menurut Nosen (2001), kristalisasi merupakan proses pembentukan bahan padat dari pengendapan larutan, atau lebih sering pengendapan langsung dari zat. Kristalisasi juga merupakan tekhnik pemisahan kimia antara bahan padat dan cair, dimana terjadi endapan massa dari suatu zat terlarut, dari cairan larutan ke frase kristal padat.

Keenan, kleinfelter (2000). Menyatakan bahwa bila sebuah kristal kecil suatu zat ion seperti natrium klorida diletakan dalam air, molekul air polar itu akan mengatur diri di sekitar permukaan kristal.

K.Hostetman (2001), menyatakan bahwa penyaringan merupakan cara penyiapan cuplikan yang paling bisa mudah dan harus dilakukan sebelum melakukan pemisahan dengan kromotografi lawan arus ketekanan yang rendah, menengah, dan tinggi.

Glynn (2002), menyatakan bahwa penguapan adalah proses perubahan molekul dalam keadaan cair dengan spontan menjadi gas.

Destilasi atau penyulingan merupakan suatu cara pemisahan campuran  yang didasarkan pada perbedaan titik didih komponen penyusun campuran. (Espitallier, 2003)

Menurut Stanley (2006), sublimasi adalah perubahan zat dari wujud padat ke gas atau sebaliknya.

2

MATERI DAN METODA

Waktu dan tempat

Praktikum ini kami dilaksanakan pada hari kamis tanggal 27 Oktober 2011 dan bertempat di laboratorium Mipa Universitas Jambi.

Materi

Alat dan bahan pada praktikum ini adalah gelas kimia, corong, cawan penguap, gelas ukur 50 ml, pembakar, kaca erloji, kertas saring, CuSO4. 5H2O, garam dapur, yod, kapur tulis, pasir.

 

Metoda

Adapun caranya  adalah masukan  ± 1 sendok pasir kedalam gelas kimia yang berisi air, kemudian aduk, dan biarkan pasir mengendap. Kemudian tuangkan larutan bagian atas. Kemudian masukan bubuk kapur tulis ke dalam gelas kimia, kemudian aduk, lalu lakukan penyaringan. Selanjutnya larutan garam dapur dalam gelas kimia berisi air, kemudian aduk, lalu lakukan penyaringan. Selanjutnya larutan garam dapur dalam gelas kimia yang berisi air, lakukan penyaringan dan penguapan, campuran 10 gram CuSO4.5H2O ke dalam 50 ml air. Uapkan larutan ini sehingga volume 20 ml, kemudian  didinginkan lalu perhatikan bentuk kristal yang telah terjadi. Campurkan ± 1 sendok pasir dan 1 sendok garam dapur, sampai homogen, dan masukan kedalam gelas kimia. Panaskan campurkan ini, kemudian saring. Zat padat yang tertinggal dicorong dicuci dua kali kemudiian saring. Zat padat yang padat yang tertingal dicorong dua kali sampai tiga kali dengan ± 5 ml air.  Air saringan dan air cucian disatukan, kemudian uapkan dalam cawan    penguapan.  Jika   airnya    hampir habis,   kemudian

3

pembakaran disisihkan sebentar dan biar kan air menguap sendiri. Dan cara senlanjutnya masukan yod yang kotor (dikotori dengan pasir atau natrium karbonat) kedalam cawan penguapan. Tutup cawan penguapan tersebut dengan kaca arloji yang berisi air. Panaskan perlahan – lahan sampai berbentuk zat padat pada alat kaca arloji. Sesudah didinginkan kumpulan kristal – kristal tersebut. Perhatikan bentuk kristal yang terbentuk.

4

HASIL DAN PEMBAHASAN

Ketika pasir dimasukan kedalam gelas kimia yang berisi air  setelah di aduk dan di endapkan terjadi pengendapkan pada pasir dikarenakan berat pasir lebih besar dari berat  jenis air sehingga pasir merupakan zat yang terlarut dan air zat pelarut. Kemudian kapur tulis yang di aduk bersama air didalam gelas kimia yang kemudian di saring dengan kertas saring yang kemudian bubuk kapur tulis tersebut tertinggal dikertas saring sehingga dapat di simpulkan bahwa kapur tulis bisa dipisahkan dengan cara penyaringan. Selanjutnya ketika garam dapur dilarutkan didalam gelas kimia yang berisi air kemudian diendapkan, ternyata garam tidak bisa dipisahkan dengan air dikarenakan garam dapur dapat larut didalam air untuk memisahkanya adalah dengan cara di uapkan dalam cawan penguapan hingga air garam tersebut mendidih ternyata setelah air itu mendidih terjadi pengistalan. Sehingga dapat di simpulakan bahwa garam dapat dipisah dengan cara pengistalan. Hal ini sesuai dengan pernyataan Keenan, klienfelter (2001), menyatakan bila sebuah kristal kecil suatu zat ion seperti natrium klorida ketika diletakan di dalam air, molekul dalam air yang polar akan mengatur diri di sekitar permukaan kristal.

Larutan CusO4.5H2O sebanyak 50 ml dipanaskan dengan cawan penguap hingga larutan menjadi 20 ml, setelah itu di dinginkan akan terjadi kristalisasi warna hijau. Hal ini sesuai dengan pernyataan Nocen (2001), yang menyatakan bahwa kristalisasi merupakan proses pembentukan bahan padat dari pengendapan larutan atau lebih sering pengendapan langsung dari zat.

Sesendok pasir dan garam di campur dalam air dingin hingga homogen kemudian lakukan penyaringan ternyata yang dapat di pisahkan hanya pasir, kemudian larutan pasir dan garam tersebut di panaskan di dalam cawan penguap setelah di panaskan terjadi penginstalan di dalam cawan penguapan. Yod yang di kotori dengan pasir setelah di panaskan dimana pemanasan di lakukan pada cawan penguap dengan kaca erloji sebagian penutup yang terjadi adalah terbentuknya

5

zat padat pada kaca erloji. Setelah cawan tersebut didinginkan terbentuk kristal -kristal ungu. Hal ini sesuai dengan penyataan Stanley (2006), sublimasi adalah perubahan zat dari wujud zat padat ke gas dan sebaliknya.

Adapun hasil pengamatan praktikum tersebut dibawan ini :

 

Kegiatan 1

Pada saat air diisi dengan pasir, air menjadi keruh, sementara pasir mengendap dibawah air. Peristiwa ini dinamakan

Kegiatan 2

Masukan bubuk kapur tulis kedalam air, air menjadi keruh dan disaat larutan kapur ini dimasukkan atau dicorong kedalam gelas kimia yang lain, maka kapur ikut masuk kedalam gelas kimia dan sebagian lagi tinggal didalam saringan. Kapur yang ikut masuk kedalam gelas kimia tadi kemudian megendap. Peristiwa ini dinamakan

Kegiatan 3

Saat garam yang tadi sudah dilarutkan dalam air disaring kemudian dipanaskan dalam cawan penguap diuapkan, yang terjadi adalah terbentuk kristal -kristal pada pinggir cawan yang berwarna putih. Peristiwa ini dinamakan

Kegiatan 4

Saat larutan CuSO4.5H2O diuapkan dan kemudian didinginkan, tak lama kemudian muncul bentuk kristal – kristal dipinggir cawan. Peristiwa ini dinamakan

6

Kegiatan 5

Pada saat air dibiarkan menguap sendiri, yang terjadi adalah uap dari air tadi berwarna biru, Sementara pada cawan penguap tertinggal sisa – sisa Kristal pada pinggir cawan. Peristiwa ini dinamakan

Kegiatan 6

Pada saat yod yang sudah dikotori dengan pasir tadi dipanaskan dalam cawan penguap yang kemudian ditutup dengan kaca erloji, Maka terbentuklah Kristal-kristal pada kaca erloji dengan bentuk yang tidak beraturan. Peristiwa ini dinamakan

7

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan percobaan  yang telah dilakukan maka dapat saya simpulkan :

Cara pemisahan dan pemurnian zat dapat dilakukan dengan cara filtrasi, yaitu dengan menggunakan kertas saring. Kertas saring mempunyai pori – pori relatif kecil sehingga dapat menahan partikel suspensi.

Dengan demikian bahwa pada pratikum ini kita bisa menggunakannya dalam kehidupan sehari – hari dengan berbagai keperluan dalam pemisahan dan pemurnian suatu zat tertentu.

 

Saran

Dengan demikiannya penulis berharap bahawa kita dapat memahami tentang suatu pemisahan  dan pemurnian dan juga penulis berharap laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan bisa di gunakan dalam kehidupan sehari – hari.

8

DAFTAR PUSTAKA

Glynn P.D. Sumar. 2002. Termodinamika. New York : Mc. Graw Hill Book

Company.

Hendayana, Sumar. 2006. Kimia Pemisahan. Bandung : Remaja rosdakarya.

Hostettman dkk. 2001. Cara Krotomografi. Bandung : ITB.

Keenan. dkk. 2000. Kimia untuk Universitas. Jakarta : Erlangga.

Nocent M. 2001. Metode Kristalisasi. New York : Prentice Hall inc.

Stanley SJ. 2003. Tehnik Kimia. New York: Prentice Hall inc.

9

About nandaunja

saya kuliah di Unja Fakultas Peternakan angkatan 2011.

Posted on Februari 14, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: